twitter

Senin, 15 Agustus 2011

telur asin 2



Seringkali orang menganggap bahwa untuk memulai suatu usaha tidaklah mudah. Diperlukan ketelatenan, keuletan, disiplin dan pantang menyerah, sehingga sering membuat beberapa orang ragu-ragu untuk memulai suatu usaha. Beberapa persyaratan tersebut, ternyata dapat dilakukan oleh Wiyono Hadi, sehingga ia berhasil dalam merintis usaha pembuatan telur asin. Di sela-sela kesibukannya sebagai sopir bis dan sopir mobil carteran, lelaki yang akrap disapa Yono ini hanya dibantu istri dan keempat anaknya telah berhasil dalam menggeluti usaha ini sejak tahun 1978.

Menurut Yono, usaha telur asin tersebut pertama kalinya dirintis oleh orangtua istrinya sekitar tahun 1970 di Purwokerto. Ketika itu ia belajar cara membuat telur asin dari orang tua Suwarni. Kemudian pada tahun 1978 sepasang suami istri ini pindah ke Sragen dan memulai usaha telur asinnya. Untuk bahan baku berupa telor bebek, ia mengambil dari berbagai daerah di Sragen seperti Taraman, Plupuh dan Perum Margo Asri. Setiap kulakan telor berkisar antara Rp1.000-1.500 butir telur yang dihargai Rp1.000/ butir dari pemasok tetapnya.

Keuntungan yang didapat Yono diambil dari perhitungan selisih harga kulakan telur dengan harga telur asin yang sudah jadi dan dijual kembali Rp1.400/ butirnya.

Untuk setiap produksi, keluarga pak Yono menghasilkan 600 butir telur asin. “Kami menghasilkan 600 butir telur asin dalam setiap angkatan yang kami setor ke berbagai langganan kami, seperti supermarket Luwes, toserba Seka, toserba Dian, pasar, dan sebagainya," katanya.

Tidak hanya di wilayah Sragen saja, Yono memasarkan telor asinnya, namun sudah sampai keluar daerah seperti ke Kartosuro. Dari usaha pembuatan telor asin tersebut, Yono mampu meraup keuntungan, yang cukup untuk membiayai kehidupan keluarganya. Keberhasilan usahanya tersebut telah mendapat apresiasi dari pemerintah, yakni pada tahun 2001 lalu, mendapat kesempatan untuk dikunjungi oleh Menteri Peranan Wanita RI pada waktu itu, yaitu Sri Rejeki yang didampingi oleh Bupati Sragen, H. Untung Wiyono.

Sementara itu, masih berkutat tentang bisnis telur asin, pada umumnya menu makanan masyarakat Indonesia terdiri atas nasi sebagai makanan pokok, sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan serta dilengkapi minuman. Dalam hal tersebut, mereka tidak hanya mencari rasa, tetapi juga gizinya.

Salah satu pilihan teman nasi adalah telur. Telur adalah pilihan bahan pangan yang sarat gizi yang diperlukan untuk kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur, sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Telur itik merupakan telur dengan kandungan gizi lebih tinggi dari lainnya. Salah satu olahan dari telur itik adalah telur asin. Tingginya nilai gizi dan rasa yang khas menyebabkan telur asin banyak diminati masyarakat.

Hal ini menjadi peluang yang cukup besar bagi Sudarmaji, warga Masangan Waetan, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur. Berbeda dengan pembuat telur asin pada umumnya, telur asin buatan Sudarmaji, mempunyai berbagai aneka rasa.

Telur asin made ini ada rasa telur kepiting, rasa ikan salmon, dan rasa bawang. Telur asinnya pun dibuat dengan proses presto, goreng dan, juga bakar. Telur asin yang tak biasa ini mendapat respon yang positif dari masyarakat.

Sudarmaji menuturkan usahanya berawal dari tahun 2005. Kala itu dia mempunyai banyak telur itik dari hasil beternak itik. Dia kemudian membuat telur asin biasa yang hasilnya dijual di warung-warung sekitar dan kantin sekolah.

Respon yang baik dari konsumen membuat Sudarmaji mengembangkan usahanya. Dia pun mencoba memberikan aneka rasa pada telur asin buatannya. Kini usaha Sudarmaji telah berkembang dan sudah bisa memperkerjakan orang.

Setelah usahanya maju, Sudarmaji bekerjasama dengan sejumlah peternak itik. Sudarmaji tidak mau asal membeli telur itik tanpa tahu kualitas. "Itik harus makan kepala udang biar kuningnya masir," katanya.

1
LINGKUNGAN BISNIS CARA CEPAT PEMBUATAN TELOR ASIN Disusun Oleh : Nama : Rudi Alex Gunawan Kelas : SI-S1-2L STMIK AMIKOM YOGYAKARTA Tahun 2010/2011
2
KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ucapkan puja dan puji syukur atas rahmat ALLAH SWT karena berkat ridho-NYA kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami menjelaskan tentang telor asin.Mungkin dalam pembuatan makalah ini terdapat kesalahan yang belum kami ketahui.Maka dari itu kami mohon saran & kritik dari teman-teman maupun dosen.Demi tercapainya makalah yang sempurna.
3
DAFTAR ISI PENDAHULUAN ..................................................................... 1 BAB I BAHAN PEMBUATAN TELUR ASIN ................................... 2 BAB II ALAT PEMBUATAN TELUR ASIN ...................................... 3 BAB III CARA PEMBUATAN TELUR ASIN ..................................... 4 BAB IV ARTI TELUR ASIN ................................................................. 5 BAB V PENYIMPANAN,PENGAWETAN DAN MUTU .................. 6
4
PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 dari seluruh bulatan telur mengandung Sjenis protein dan sedikit karbohidrat. Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untukmempertahankan kualitas telur. Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. Telur yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Macam-macam telur adalah : telur ayam, telur bebek, telur puyuh dan lain-lain. Kualitas telur ditentukan oleh : - Kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur) - Kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan dan kebersihan kulit telur). Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka.
5
BAB I BAHAN PEMBUATAN TELUR ASIN 1) Telur bebek yang bermutu baik 2) Abu gosok atau bubuk batu bata merah 3) Garam dapur 4) Air bersih secukupnya
6
BAB II
ALAT PEMBUATAN TELUR ASIN
1) Ember plastik 2) Kuali tanah atau panci 3) Kompor atau alat pemanas 4) Alat pengaduk 5) Stoples atau alat penyimpan telur
7
BAB III CARA PEMBUATAN TELUR ASIN Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk),bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan, amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka, buat adonan pengasin yang terdiri dari abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan dari campuran bubuk bata merah dengan garam,tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai rata,bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm,Simpan telur dalam kuali atanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka,Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam Larutan selama 8 hari (bila perlu). Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin. Telur asin matang tahan selama 2~3 minggu.
8
BAB IV ARTI TELUR ASIN Tidak tepat mengaitkan telur asin dengan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi, kecuali jika kita mengonsumsinya terus-menerus dan dalam jumlah banyak. Karena mengandung hampir semua unsur gizi dan mineral lengkap, telur asin baik dikonsumsi oleh bayi hingga lansia. Zat-zat gizi yang ada pada telur sangat mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh. Itulah sebabnya telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan. Telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat. Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur itik (bebek). Sebagai bahan makanan, telur mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna. Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur
9
BAB V PENYIMPANAN Cara Menyimpan telur asin (baik yang masih mentah maupun sudah direbus) mempunyai daya awet yang tinggi, sehingga dapat disimpan pada suhu kamar, penyimpanan telur dapat dilakukan di dalam lemari es. Untuk mencegah kerusakan dan mencegah terserapnya bau tajam dari makanan saat menyimpan di lemari es sebaiknya telur asin dibungkus dengan wadah karton. PENGAWETAN Prinsip pengawetan telur adalah untuk : - Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur - Mencegah keluarnya air dari dalam telur Beberapa proses pengawetan telur utuh yang diawetkan bersama kulitnya, antara lain : 1. Proses pendinginan 2. Proses pembungkusan kering MUTU
 Telur asin sifatnya stabil dan dapat disimpan lama tanpa mengalami kerusakan. Semakin banyak garam yang digunakan dan semakin lama waktu pengasinan, telur akan semakin awet dan asin
 Aroma dan rasanya enak
 Telur asin yang baik hanya mengandung minyak di bagian pinggirnya saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar